Showing posts with label singapore. Show all posts
Showing posts with label singapore. Show all posts

Tuesday, December 04, 2007

Beef Steak, HarbourFront

Hari minggu kemaren jalan-jalan ke Singapore, nonton SITEX 2007 di Singapore Expo, deket Changi. Rencananya mau cari wireless access point, mp3 player sama digital camera. Kamera digitalku yang lama, Canon Powershot A75, rusak karena banyak yang minjam. Rencananya mau berangkat pagi-pagi, tapi seperti biasa, selalu telat bangun. Akhirnya berangkatnya terburu-buru, tidak sempat sarapan.

Nyampe di HarbourFront, antre-nya panjang banget. Keluar dari imigrasi jam 11 - an. Akhirnya diputuskan makan dulu di sana. Dapat rekomendasi dari inna, bahwa di Banquet, semua makanan halal. Biasanya aku makan di pujasera, di seberang HarbourFront. Banquet terletak di lantai dasar HarbourFront, sebelahnya Dellifrance.

Masuk ke Banquet, terdapat bermacam-macam menu, dan memang semua warung memiliki sertifikasi halal. Ada masakan padang, yong tahu, western, india, mie dan carrot cake. Aku mencoba western, dan pesan beef steak. Harganya pukul rata, SGD7.


Memasaknya sederhana, daging steak dipanggang di atas grill, dicelup bumbu, kemudian di grill lagi. Porsinya tidak kira-kira, sangat banyak. Lihat aja piring di atas, diameternya hampir dua kali sendok garpunya. Kalau ingin jadi manusia purba carnivora yang buas, disinilah tempatnya. Setelah matang, disiram dengan saus black pepper (hot) atau mushroom (sweet).

Dagingnya agak alot, tapi yang dekat gajih malah lebih lunak. Agak hambar, memang masakan yang berbumbu hanya masakan asia (selain jepang). Tapi ya itu, karena kita carnivora, rasa daging panggang sebenarnya sudah enak, walaupun tanpa bumbu. Apalagi dalam jumlah banyak, benar-benar mengenyangkan dalam jangka waktu yang lama.

Jadi kalau ke Singapore lewat Batam, dan ingin merasakan steak halal dalam porsi besar, silahkan mampir ke Banquet. Lanjut ...

Tuesday, July 10, 2007

Makan Durian di Singapore

Durian keliatannya makanan kelas bawah di Singapore. Terlihat dari tempat penjualannya di wilayah yang memang banyak orang miskinnya. Yaitu di Bugis dan di Geylang. Hari ini abis dari ITE (www.ite.edu.sg), trus jalan-jalan ke SimLim.

Informasi dari banyak orang, di daerah Dickson Road, banyak ruko-ruko yang menjual notebook second. Tentu saja aku langsung berburu ke sana. Keliling punya keliling, hanya ketemu 3 toko yang menjual notebook second. Tanya-tanya harga, ternyata masih mahal juga, sama dengan harga Batam (belum ditawar).

Abis itu, sholat di masjid Abdul Gafoor. Masjid kuno, yang merupakan national monument sejak 1974. Kecil, namun arsitekturnya terlihat rumit.

Masjid Abdul Gafoor

Herannya, waktu datang pukul setengah lima WIB, ternyata masih jamaah untuk sholat ashar, padahal seharusnya adzannya kan sekitar pukul setengah empat WIB. Kelihatannya jamaahnya menyesuaikan dengan waktu India (sebagian besar jamaah masjid adalah orang india).

Kemudian keliling-keliling SimLim Square, survei harga laptop baru sekarang. Laptop Acer Turion kelihatannya cukup bagus. Sudah 64 bit, dapat memori 1 GB, harganya SGD 990. Laptop murah yang lain adalah dari HP, seri V3000 dengan harga SGD 1190. Oh ya, di SimLim sedang populer frame digital. Harganya sekitar SGD 200, 8 inch. Bisa juga buat menjalankan video dan mp3. Pengen beli, buat orang rumah.

Sebelum pulang, mampir ke Bugis Village, cari durian. Nglewatin Fu Lou Shu Complex, nyampe deh di Bugis Village. Bau durian sudah tercium. SGD 10 dapat 3 buah duriah, ada juga yang kecil-kecil, 1 dollar per buah. Aku pilih yang kecil-kecil saja. Beli 2 buah, langsung dimakan di tempat. Pilihnya pun asal pilih. Orang-orang lain memilih dengan hati-hati. Ada yang dikocok-kocok, dibaui, ditepuk-tepuk, semua cara dipakai untuk menentukan yang paling enak.
Kebanyakan yang beli durian adalah orang-orang cina kelas bawah, yang miskin, dan sudah paruh baya. Mungkin anak-anak mudanya pada gengsi ya ?


Tempat jualan Durian

Durian Malaysia memang enak ... yummy !
Rasanya manis dan ada pahit-pahitnya dikit. Mungkin yang bikin pahit adalah alkoholnya. Karena duriannya kelihatannya sudah lama matangnya, sampai agak lembek. Dan ketika masuk perut, memang agak panas. Kebetulan belum makan siang, jadi kembung perutnya.

Setelah cuci tangan (disediakan ember dan gayung untuk cuci tangan), langsung ke halte Bencoolen, naik bis nomor 65 menuju HarbourFront. Berhubung belum makan siang, dan hari sudah sore, pukul 18.00 WIB, maka aku makan dulu di food centre-nya terminal bis HarbourFront. Seperti biasa, aku pesan nasi Briyani Mutton (kambing) dan teh tarik dingin. Temen-temenku pada gak suka dengan nasi Briyani. Heran, padahal mengenyangkan dan murah. Makanan di Singapore kan terkenal mahal-mahal.

Nasi Briyani ala India dengan sepotong paha kambing

Setelah kenyang, pulang deh, naik Penguin Ferry nomor 16. Lanjut ...