Showing posts with label batam. Show all posts
Showing posts with label batam. Show all posts

Thursday, September 11, 2008

Pondok Ikan Bakar, Batam

Lagi-lagi buka puasa bareng. Kali ini tempatnya di Pondok Ikan Bakar, arah Sei Panas, kalo dari batam center. Yang punya adalah manager XL, sehingga dipenuhi dengan iklan XL.

Suasananya memang nyaman sih, semilir angin sore, dipadu dengan lampu yang remang-remang. Ikan yang akan kita pesan diletakkan berjejer-jejer di atas perahu. Entah siapa yang memulai konsep ini, yang jelas, seluruh warung ikan bakar yang ada di batam, semuanya model seperti ini. Diletakkan di atas perahu, yang dipenuhi dengan es batu.


Kali ini buka bareng hanya untuk staf elektro saja.

Sambil nunggu bedug maghrib, kucoba foto otak-otak, bagi yang belum pernah tahu. Dari foto terlihat otak-otak yang dibungkus daun kelapa. Kemudian dibakar. Otak-otak biasanya campuran ikan tenggiri, dan ada cumi-cuminya juga.

Menu ta'jilnya adalah es buah ditambah dengan ... (yang hitam kenyal-kenyal itu loh?) Lupa aku namanya.

Dan sebagai pencuci mulut, aku sudah pesan milk shake. Wih, keliatannya enak. Milk shake yang paling enak selama ini adalah milk shake-nya Arby's. Arby's ini adalah franchise fastfood burger, mirip seperti McDonald, Wendy's, A&W maupun Burger King. Menu andalannya adalah burger daging asap, yang diiris tipis-tipis. Tapi sayang, sekarang sudah tutup, baik yang di bandung maupun yang di surabaya. Ketika adzan terdengar, yang pertama kali kuicipin adalah milkshake. Slurrpp ... enak ternyata. Recommended deh kalo ingin merasakan milkshake yang mendekati Arby's. Bedanya dengan milkshake yang lain adalah lebih kental. Sudah mendekati bentuk es krim. Jadi kalo ingin tau rasa milk shake yang enak, cairin aja es krim kamu, kemudian diminum. Nah, milkshake yang enak, rasanya mirip2 seperti itu.

Ada cumi bakar juga. Rasanya sama seperti bakar-bakar lainnya, ada rasa manis dari kecap. Dan lebih enak kalo hangat. Ketika aku merasakannya setelah dingin, jadi terasa agak nyendal, seperti makan lemak padat. yah, memang cumi banyak kolesterolnya.

Kepiting asam manis juga merupakan menu standar warung seafood di batam. Berhubung aku tidak terlalu suka kepiting, ya cuma kuambil bumbunya aja. Bumbu asam manisnya enak.


Ikan Baronang Bakar! Katanya sih, salah satu ikan yang enak dibakar adalah ikan baronang. Ikan kakap lebih enak digoreng, demikian juga dengan ikan gurame. Ikan bawal juga lebih enak digoreng. Namun selama ini, aku belum pernah makan ikan baronang goreng. Jadi tidak bisa membandingkan, apakah lebih enak digoreng atau dibakar. Ikan bakar di batam ada 2 macam bumbu, yaitu bumbu kuning atau bumbu kecap. Kali ini orang-orang pesen bumbu kuning. Singkirkan kulitnya, cuil daging bagian punggung, gabungkan dengan bumbu kuning, wah enak juga ternyata. Rahasia ikan bakar yang enak cuma satu sebenarnya, ikannya harus segar. Aku mendominasi untuk ikan bakarnya hehe. Yang lain kan sudah mendominasi untuk kepiting, cumi maupun udang.

Akhirnya dapat juga foto untuk gonggong. Ini adalah makanan yang ada di batam dan tanjungpinang. Di sumatera maupun jawa, tidak ada gonggong. Tapi di sulawesi ada juga katanya. Yang jelas, rasanya bikin kecanduan. Gonggong adalah sejenis siput laut. Kalo ke pasar ikan, kemudian liat gonggong, pasti jadi gak nafsu, soalnya kotor. Nah, kalo yang sudah tersaji di restoran, gonggongnya sudah bersih. Cara masaknya juga hanya satu cara, yaitu direbus. Tidak ada yang namanya gonggong saus tiram, gonggong bakar, gonggong asam manis maupun gonggong goreng.


Cara mengambil daging di dalam cangkangnya, adalah dengan memanfaatkan tusuk gigi. Masukkan tusuk gigi ke cangkang, kemudian putar tusuk gigi keluar, maka otomatis daging gonggong akan ikut tertarik keluar. Terus ada bagian yang keras dan tajam di ekornya, ini jangan dimakan, bisa melukai lidah maupun gusi.
Lanjut ...

Sunday, September 07, 2008

Buka Bareng Politeknik Batam

Buka puasa Politeknik Batam makin lama kualitasnya makin turun. Dah keabisan duit kali :) Dulu pertama kali diadakan di Turi Beach, Nongsa. Acara buka puasa Politeknik memang konsepnya bersenang-senang bersama-sama, agar keakraban antar staf bisa lebih terjalin kuat. Tidak ada tujuan untuk meningkatkan keimanan. Tidak ada acara formal memang, yang diatur oleh MC. Tidak ada baca quran dulu, tidak ada kultum. Tapi sholat trawih bareng ada ding, waktu di Turi Beach Resort.

Tahun berikutnya diadakan di Harris Resort. Makan-makan di pinggir kolam renang. Tahun kemaren pada rame-rame ke Batam View. Aku ngga ikut, soalnya udah mudik. Nah tahun ini, diadakan di kampus saja :( sekalian rapat pleno, persiapan surveillance ISO 9001:2000. Garink deh pokoknya, kriuk-kriuk.



Setelah rapat, langsung masuk ke barisan awal, antri buat makan. Loh, kok makanannya masih ditutupin plastik? Wah, kita disuruh makan ta'jil dulu. Ok deh, kita ikuti aturan maennya. Menu ta'jil seperti biasa, kolak isi pisang, ubi, sama waluh. Kurang manis, mungkin supaya tidak neg. Setelah kolak abis, datang lagi ke meja makanan. Loh, kok plastiknya masih belum dibuka?

"Maghrib dulu woi!", seru pak iman dari kejauhan.

Sori, kebiasaan selalu makan kenyang dulu, baru sholat maghrib :) Ambil aqua gelas, baru berangkat ke musholla. Ketika lewat meja prasmanan, ternyata pelayannya sudah membuka plastik-plastik penutup makanan. Rupanya beliau sadar, masih banyak terdapat orang-orang yang kurang beriman yang mendahulukan kepentingan duniawi dibanding akhirat.

Ok deh, langsung kuambil piring, dan nasi sebagai lauk. Sementara, lauk sebagai nasi (ini berlaku untuk kuantitas). Berhubung udah lapar, aku lupa foto-foto. Foto-fotonya telat, ketika sudah agak habis, baru sempat foto-foto. Yang paling enak adalah yang kufoto di bawah ini.


Nama menunya agak gak jelas. Waktu aku tanya ke pelayanannya, dia bilang ikan pagini. Something like that lah.

"Ini ikan apa pak?"
"ikan kakap"
"kok keliatannya ada aroma-aroma diasap?"
"ya betul. ikannya kita panggang dulu, baru kemudian kita tumis"

Dan memang rasanya enak. Dagingnya jadi agak keras, tidak terlalu lembut. Bumbu tumisnya keliatannya mirip dengan bumbu mangut. Ada santan kental, ada cabe hijau, ada sere. Namun nasibnya sama seperti bandeng asap sidoarjo, kulit ikannya jadi alot, gak bisa dimakan. Sayangnya aku lupa tanya ini katering dari mana. Jadi tidak bisa mengulangi makan ikan ini lagi deh. Habis makan, baru kita sholat maghrib.

Balik dari musholla, saatnya ronde kedua. Ada sup kacang merah ditambah dengan tetelan daging. Sehingga kaldunya memang asli kaldu daging, rasanya lebih enak. Dulu sering sekali dibuatin sop kacang merah sama ibu. Baru buka puasa ini, bisa makan sup kacang merah lagi.

Satu lagi yang enak adalah dadar jagung. Ini dadar jagung beneran, sama seperti yang di rumah, ketika dibikinin ibuku. Jagungnya banyak, dan ada udangnya. Biasanya dadar jagung yang dijual-jual di warung, lebih banyak tepungnya dibanding jagungnya, dan sering minus udang.

Kemudian ada opor juga. Lumayan, bisa mengobati kerinduan makan opor lebaran nanti.
Lanjut ...

Tuesday, September 02, 2008

Bandoeng Resto, My Mart Batam

Hari kedua puasa, sudah langsung ngadain acara Buka Bareng. Memang staf teknik elektro paling kompak !

Pilihan lokasi buka puasa jatuh di Resto Bandoeng. Ini warung baru, sekitar bulan april kali bukanya. Letaknya di My Mart, Batam Center. Berangkat rame-rame sekitar jam 5, sambil ngabuburit, jalan-jalan di My Mart dulu. My Mart adalah glodok-nya jakarta. Tapi jangan dibayangkan seperti glodok beneran, yang luas dan berlantai-lantai. Kesamaannya adalah lokasi pusat penjualan komputer. Jadi kalo mau cari-cari vga card, sound card, memori, jalan aja ke my mart. Mal ini tidak terlalu luas. Keliling sebentar, lho, kok udah selesai. Terpaksa tongkrong langsung di Resto Bandoeng.

sori tri, fotonya di-blur, biar tidak mengganggu privacy anda hehe


Dari nama warungnya sudah keliatan bahwa menu-menunya memang sunda punya, dan ada juga chinese food. Beruntung ada ta'jil dan paket buka puasa, jadi gak usah capek-capek milih menu. Satu paket untuk 4 orang. Yang hadir diperkirakan 12 orang. Supaya bervariasi, kami pilih 3 macam paket, tentu saja dengan menu yang berbeda-beda.

Mulai dari yang paling dekat, adalah siomay. Siomay ini sebenarnya tidak masuk dalam paket. Namun tidak afdol kalo ke warung yang ada embel-embel bandungnya, tapi tidak merasakan makanan khas bandung ini. Kemudian atasnya adalah tahu dan tempe bacem. Atas kiri adalah sate ayam. Terselip menu masakan cina fuyung hai di gambar sebelah kiri. Yang di tengah adalah gurame goreng, dengan pasangan sambalnya ... hmm ... membayangkan rasanya sudah bikin ngiler.

Di belakang gurame adalah ayam goreng. Lalu mangkok yang berjejer, itu adalah sayur asem. Dan tak lupa dua bakul nasi putih nun jauh di sana. Begitu TV menyuarakan suara bedug, langsung kami melepaskan semua hawa nafsu dari sarangnya :) Air putih dulu. Setelah itu, kolak. Kolaknya cukup enak, walaupun kurang manis menurutku. Isinya ubi, pisang dan labu. Dimakan separo dulu, biar tidak kekenyangan. Ingat, masih banyak menu lain yang belum dicicipi.


Menu kedua adalah siomay. Bumbunya yang banyak keliatannya menjanjikan. Obrak-abrik dulu cari siomay-nya. Soalnya selain siomay, ada telur rebus, kubis, tahu, kentang. Ah, dapat. Hap, ternyata pedes, walaupun enak juga. Namun rasa pedesnya terlalu mendominasi lidahku. Walaupun si tina ok ok aja tuh. Jadilah siomaynya diabisin tina.


Keliatannya sate yang manis dapat menghilangkan rasa pedas deh. Setusuk sate langsung terbang ke mulut. Menoleh ke kanan, pak iman kok keliatannya menikmati lontong kari pesanan pribadi. Cari-cari sendok bersih, kemudian nimbrung ikut nyicipin kari. Surprisingly, rasanya sama seperti kari india yang dijual di warung-warung di singapore. Mulanya aku berharap rasa kari khas jawa. Isi karinya adalah ayam, telur dan lontong tentu saja.

Minum air putih dulu untuk mencuci lidah, soalnya kari-nya terlalu spicy. Habis itu, nyoba fuyung hai. Fuyunghai terbuat dari telor dadar, dicampur tepung, kemudian isinya terserah, umumnya wortel dicacah, ayam, udang. Kemudian disiram dengan saus asam manis. Rasanya cukup enak, lebih enak dari fuyunghai di Bakso Lapangan Tembok lah.


Tempe bacemnya bikin ngiler! Foto yang paling kusukai. Tempe hangat, dan minyak gorengnya yang mengkilap. Ngliat fotonya harus di-zoom. Habis icip-icip, saatnya makan. Menu utama tentu saja gurame goreng. Kalo gurame, aku lebih suka yang goreng. Kalo ikan bakar, lebih suka ikan laut. Ambil nasinya dulu, kemudian cowel bagian punggung gurame-nya. Kasih sedikit sambal, dimakan bareng nasi. Hmmm ... enak. Sekarang semua warung memang sudah bisa mengolah gurame dengan mudahnya. Kalo gurame yang ini, gorengnya ada tepung sedikit, mungkin supaya agak renyah.


Setelah agak kenyang, kita maghrib dulu. Ronde kedua dimulai setelah maghrib. Gurame bakar tentu saja tetap wajib dicobain. Hihihi, guramenya agak gosong. Jadi rasanya manis campur pahit. Ada juga cumi saus kecap. Dan memasaknya pas, cuminya benar-benar empuk, tidak alot. Namun dari kelembutan cumi ini, jadi nyadar bahwa memang cumi banyak kolesterolnya.


Sebagai penutup, ngemil-ngemil karedok. Makanan khas sunda yang terdiri dari sayur mentah, terutama kacang panjang. Bumbu karedoknya sangat generous. Jadi bukan sayur, dikasih sambal kacang, tapi sambal kacang dikasih sayur. Rasa yang mendominasi adalah rasa kacang dan manis.

Untuk pencuci mulut, masih tersisa soto bandung. Yah, daripada gak ada yang makan, karena kekenyangan semua, kuhabisin soto bandungnya. Soto bandung kuahnya tanpa santan, tidak seperti soto medan atau soto betawi. Jadi lebih segar. Menggunakan daging sapi yang dipotong dadu. Yang khas adalah adanya lobak, dan kacang kedelai. Kacang kedelai ini juga yang sering dipakai di makanan khas bandung lainnya, bubur ayam.


NB:

Sebelumnya pernah ke Resto Bandung juga. Pesen Sop buntut dan bandrek. Sop buntutnya cukup enak, walau agak terlalu manis. Bandreknya ternyata dikasih susu kental. Jadi bikin sakit perut.


Lanjut ...

Thursday, August 14, 2008

Tahu Sumedang, di Seraya, Batam

Hari ini makan lagi di Bakmi Jowo, Sei Panas. Pesenanku standar, nasi goreng ati ampela dan teh jahe. Tapi ternyata masih belum cukup. Orang-orang pada ngajakin untuk mencoba camilan baru, Tahu Sumedang, yang ada di bukit Seraya. Seraya merupakan daerah dataran tinggi sebelah utara pulau Batam. Jadi kalo tongkrong di sana, noleh ke selatan, bisa liat daerah Nagoya dari atas, dengan lampu kelap-kelip. Noleh ke utara, daerah Bengkong dan selat malaka (selat batam atau selat malaka ya lautan antara pulau batam dan pulau singapura?).

Dulu sih, sering melewati jalur ini, ketika tempat tinggalku masih di Batuampar, dan kampus di Batam Center. Suka mampir di warung padangnya, Salero Basamo. Yang enak di warung padang sini adalah dendeng keringnya. Sekarang sudah jarang lewat sini, sehingga selalu ketinggalan berita kalau ada warung baru di daerah ini.



Nyampe warung tahu sumedang, ternyata banyak yang berpasang-pasangan. Memang tempatnya asyik buat pacaran, remang-remang dengan pemandangan kota. Apalagi yang disediakan warung ini cuma cemilan, jadi si cowok tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam buat traktir pasangannya.

Tahunya enak. Sisi luar yang renyah dan hangat, berpadu dengan kelembutan dan kesejukan bagian dalam tahu. Berbeda dengan tahu sumedang lainnya, yang biasanya dalamnya berongga. Kalau yang ini dalamnya lembut dan berair. Berbeda pula dengan tahu takwa kediri yang semua bagiannya kenyal.

Disediakan saus juga bagi yang berminat. Sausnya adalah saus petis. Dicampur dengan kecap dan sedikit sambal. Jadi oleskan saja sang tahu ke saus, dan hap, hah...hah..., panassss. Sausnya enak, walaupun sedikit encer, sehingga netes kemana-mana, jadi jorok.

Setelah itu dititipin anung suruh beli paru. Hihihi, istrinya ngidam paru goreng. Selama di batam, paru goreng hanya ada di warung padang. Ok deh, pertama ke warung padang Sederhana Bintaro, Batam Center.

"Parunya habis mas. Pas pembeli terakhir tadi pesen paru".

Orang jualan memang tidak boleh bilang tidak ada. Dia harus bilang "habis". Ya udah, kita terus ke Mega Mal. Disana ada warung padang Nusantara Baru. Tidak nemu juga parunya. Keluar dari Mega Mal, mampir ke Bundo Kanduang. Tidak ada juga. Memang sesuatu kalo dicari, selalu tidak ada. Namun kalo tidak dicari, dengan seenaknya nampang di depan kita.

Dan bodohnya kita, di sebelah warung tahu sumedang tadi kan, ada Salero Basamo, tapi kami tidak ngecek dulu di sana. Langsung aja bablas. Terpaksa pulang dengan bad news, tidak bisa bawa paru, tapi sama andy dibawain tahu sumedang. Kasihan ntar anaknya anung bakal ngileran, soalnya ngidam, tapi tidak diturutin hehehe :) just kidding ...
Lanjut ...

Monday, August 04, 2008

My Noodle, Batam Center

My Noodle ada di daerah batam center. Kalau berjalan dari batam center ke sei panas, pasti melewati ruko mahkota (kalo ngga salah). Paling menyebalkan memang menunjukkan tempat/alamat di batam. Tidak ada nama jalan, maupun nomor rumah. Kemarin, waktu di singapore, beli rabbitcore 4400, ditanyain sama orang singapore yang mau ke politeknik batam, "is this address complete ?"

Sebelumnya dia kukasih kartu namaku, yang bertulis alamat politeknik batam. Alamat kampus hanya ditulis seperti ini:
Campus:
Parkway, Batam Center
Batam
Gitu aja. Dan itu tidak hanya untuk politeknik, semua alamat orang-orang, industri-industri, toko-toko, hanya menulis nama wilayahnya, nama rukonya atau nama perumahannya. Tidak ada nama jalan. Pemko Batam/Otorita Batam memang aneh dengan tidak memberi nama jalan maupun nomor.


My Noodle sendiri adalah warung mie yang mie-nya buat sendiri. Tapi mereka bikin mie-nya tidak open kitchen, tidak seperti warung LaMien yang ada singapore maupun jakarta. Jadi kita tidak bisa melihat mereka bikin mie-nya seperti apa. Yang membedakan My Noodle dengan mie lainnya adalah campuran sayur pada mie-nya.


Yang dicampur dengan wortel, warnanya agak oranye. Yang dicampur dengan vegetable (bayam kali), warnanya agak hijau. Aku pesen mie yamin vegetable. Selain rasanya yang agak asin, semuanya enak. Mienya kenyal, tidak lembek. Mungkin karena buatan sendiri ya. Baik yang carrot maupun yang vegetable tidak ada perbedaan rasa. Hanya berbeda warnanya saja. Porsinya juga cukup banyak, mengenyangkan kok.
Lanjut ...

Thursday, July 10, 2008

Godiva Cafe, Mega Mall Batam

Ini kali kedua ke godiva cafe. Sesekali pengen merasakan gaya hedonisme orang-orang batam. Godiva Cafe adalah franchise yang populer di batam, namun sampai sekarang masih belum membuka cabang di luar batam. Karena namanya cafe, menu-menunya juga menu asing. Ada steak, ada spaghetti, ada chicken. Godiva lebih terkenal untuk minumannya, terutama yang berbahan baku kopi.


Spaghetti adalah pilihan pertama, karena keliatannya mengenyangkan :) Tapi rasanya lumayan kok, rasa spaghetti yang benar. Ada rasa asem tomatnya, dipadu dengan daging yang manis dan asin. Supaya lebih kenyang, ditambah dengan french fries.


Camilan lain yang bisa dinikmati adalah chicken wing. Yang ini sih kegemarannya andy. Sejak merasakannya di pizza hut, kemana-mana, kalo ada chicken wing, selalu pesen. Rasanya sebenarnya sama dengan makanan instan punyanya Japfa ato Kemchicks ato yang lain yang dijual di supermarket. Tinggal goreng, jadilah chicken wing yang legit, manis, agak-agak lengket dan berlemak.

Satu lagi yang khas di godiva adalah chicken popcorn. Kalo di foto di atas, yang letaknya di sebelah kanan bawah. Daging ayam diiris kecil-kecil, kemudian digoreng tepung. Jadi ukuran ayam goreng tepungnya pas satu emplokan (one bite size). Enak. Ada nuggets juga sebenarnya. Tapi pasti rasanya sama seperti nuggets2 yang lain.

Tentu saja, tidak pas rasanya kalo belum mencoba aneka jenis kopi yang disediakan oleh godiva. Karena kami berempat, maka ada 4 pesanan minuman. Dua gelas kembar yang ada di depan itu adalah gelas coca cola. Sedangkan kopinya, dari kiri ke kanan adalah, mocha something, trus flavico, coco delice dan paling kanan adalah caramel mocha. Punyaku adalah yang paling kiri. Yah, rasa kopi gitu, campur coklat, dan dingin. Trus ada krim-krimnya sehingga lebih kental dan gurih.

Bagi eksekutif muda yang dompetnya tipis, namun ingin bergaya hedon, sambil berselancar wifi internet di mal, maka godiva inilah pilihannya. Cukup dengan memesan kopi satu gelas, dan sepiring kecil camilan (umumnya chicken popcorn 10 ribuan), kita sudah bisa berlama-lama di cafe. Apalagi sambil mengisap marlboro, wah keliatan gaya (sok banget deh pokoknya, nyebelin ngliatnya). Kalo tujuanku sih murni hanya ingin merasakan makanannya saja :) bukan bergaya. Secara cewek batam gak ada yang bisa dikecengin. Lanjut ...

Sunday, July 06, 2008

Sop Ayam Tanjungpinang, Batam

Kalo sedang tidak sehat, tanda-tanda flu, dianjurkan makan makanan yang berkuah, segar dan panas. Di Batam sini, pilihan utamanya adalah sop ayam tanjungpinang. Kenapa ya kok sop ayam umum digunakan untuk penyembuhan flu ? Di luar negeri pun, kita dianjurkan makan chicken soup apabila catch cold.

Virus flu katanya sih larut dalam air. Jadi supaya virus flu bisa keluar dari tubuh kita, ya harus lewat air. Terserah, bisa dari air seni atau dari keringat. Oleh karena itu, anjuran yang lain mengatakan untuk minum air putih sebanyak-banyaknya. Sedangkan sop ayam berperan dalam membuat kita berkeringat. Sop ayam cenderung pedas, karena banyak mericanya. Sehingga tubuh kita langsung panas, dan muncullah bulir-bulir keringat.

Maka, sambil menggunakan jaket tebal, jalanlah kita ke sop ayam tanjungpinang. Aku mengenal sop ayam tanjungpinang pertama kali di kedai harmoni (ruko sebelahnya hotel Harmoni, Jodoh). Setelah itu diajakin yang di sebelah Lucky Plaza, Nagoya. Dari situ, baca-baca pamflet, mereka juga buka cabang baru di Baloi, seberang Baloi City Square. Dan terakhir juga menemukan sop ayam tanjungpinang di Mitra Raya, Batam Center. Sayang, yang ini sudah tutup.

Usut punya usut, ternyata yang masak itu orangnya sama. Si engkoh gemuk berkacamata. Orangnya ramah, dan memang ahli memasak. Pagi (mestinya) di Mitra Raya, siang mereka buka yang di Nagoya. Malamnya, si engkoh masakin yang di Baloi. Sedangkan yang di kedai harmoni, itu sudah diserahkan kepada anaknya. Berhubung aku keluar makannya malam, maka tujuannya adalah yang di Baloi.


Mem-fotonya telat. Udah kumakan sebagian, baru ingat bahwa sop ayam ini belum pernah kumuat di blog. Sudah gak sabar soalnya, merasakan nikmatnya kuah dan ayamnya. Kuah sop ayam ini tidak bening, tapi coklat agak hitam. Pengaruh bumbu-bumbunya kali. Isinya standar, ada wortel, kentang untuk mengurangi amis ayamnya, sehingga bisa terasa lebih segar. Trus prei, cengkeh, merica dan beberapa herbs khas cina. Ayamnya dipotong-potong sekalian dengan tulangnya. Sehingga sumsum ayam juga masuk tercampur dalam kuah. Menjadi lebih enak. Namun efek sampingnya, makannya harus hati-hati, jangan sampai tertusuk tulang ayam.

Enak memang, segar, dan pedasnya merica menggigit di lidah. Ayamnya adalah ayam kampung, sehingga lebih keset. Kata kakakku yang pernah kuajakin makan sop ayam ini, pemilihan ayamnya yang membuat sop ini menjadi enak. Memang sih, kalo melihat acara-acara memasak chef hotel, mereka selalu berangkat ke pasar sendiri, dan memilih bahannya sendiri, sehingga kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Tapi bagiku, bumbu-bumbu khas cina juga menambah kenikmatan sop ayam tanjungpinang. Yang jelas, badan langsung berkeringat, dan dunia terasa lebih terang :) Lanjut ...

Thursday, June 26, 2008

Tongseng Jodoh, Batam

Walaupun memajang nama sate dan gule kambing, yang mengundang kami untuk selalu datang kemari adalah tongsengnya. Oleh karena itu, kami menyebutnya tongseng jodoh. Kadang-kadang juga tongseng kendal. Karena ibu penjualnya berasal dari kendal. Terletak di seberang bank BCA jodoh, warung ini bukanya hanya malam hari.


Menu yang disediakan adalah sate kambing, sate ayam, gule kambing dan tongseng kambing. Untuk sate kambing, mungkin lebih enak dibanding sate kambing asih, namun kalah dibanding sate kambing bang saleh. Hanya saja, untuk gulenya, lebih enak di warung asih. Tongseng, paling enak yang disini.

Aku mengenal tongseng sejak SD. Ketika ortuku masih sering wira-wiri yogyakarta - malang. Menyetir mobil sendiri, kami selalu mampir ke warung tongseng di pinggiran kota Sragen. Tongseng terenak seumur hidupku. Sejak saat itulah aku selalu suka dengan tongseng. Aku mengalami jantung berdebar gara-gara kebanyakan kambing juga karena makan di tongseng sragen ini. Sepuluh tusuk sate kambing besar-besar, dikasih merica banyak, ditambah dengan semangkuk besar tongseng, benar-benar makanan yang membunuh. Sayang sekarang pemilik tongseng sragen sudah meninggal, digantikan dengan anaknya. Dan rasanya tidak pernah sama. Padahal mungkin semua ilmu memasak ortunya sudah diwariskan.

Keliatannya anaknya perlu disuruh nonton Kungfu Panda. Bahwa "there's no secret ingredients". Kata ayahnya Po, "the secret to be special, is you have to believe that you're special". Selama kita percaya diri bahwa kita memang bagus, maka itu akan tercermin pada karya kita. Karya apapun: lagu, hasil penelitian, program, masakan, film dll. Kalo belum-belum udah ngga pede, jangan salahkan kalo hasilnya jelek. Di komik master cooking boy juga ada rahasia memasak: Kalau memasak dengan hati (maksudnya bukan masak sambel goreng ati loh), ingin menyenangkan orang yang akan makan masakan kita, pasti hasilnya enak. Dijamin. Jadi jangan memasak dalam kondisi marah-marah atau mood jelek. Hasilnya pasti tidak enak. Walaupun resepnya sama.


Seperti biasa, agar tidak kebanyakan makan kambing, maka pesannya selalu berpasangan: sate kambing dan tongseng kambing. Masing-masing mengambil separo. Jadi bisa merasakan satenya, dan merasakan tongsengnya juga. Satenya bumbu kecap, seperti biasa. Enak, tidak bau prengus, dan empuk. Tongseng adalah makanan khas yogya, yang suka manis-manis. Daging kambing dimasak dengan air, yang ditambahi kecap, serta lombok, bawang merah, kubis, tomat, merica, garam, gula. Kombinasi yang pas, akan menghasilkan tongseng yang enak. Tidak ada santan, namun rasanya tetap gurih. Karena enak, makan disini selalu cepat, tiba-tiba nasinya sudah habis. Bayar trus pulang deh dengan perut kekenyangan. Lanjut ...

Friday, June 20, 2008

Bakmi Jowo, Batam

Bakmi jowo terletak di daerah seipanas. Bukanya malem-malem aja. Dari namanya sudah ketauan kalo menu yang disediakan adalah masakan jawa. Jawa tengah/jogja terutama. Ada bakmi magelangan, mi dan bihun dicampur. Demikian juga dengan nasi goreng magelangan, nasinya campur mi.


Mi-nya bisa mi godog atau mi goreng. Mi godog ada kuahnya. Jadi bagi yang gak suka makanan seret-seret, bisa pesen mi godog. Selain mi, juga disediakan nasi goreng. Sebenarnya menu andalan warung ini adalah mi godog, tapi aku lebih suka nasi gorengnya. Khas jawa memang. Manis.

Ini dia nasi goreng rempelo ati. Nasi gorengnya dicampur dengan kubis, supaya agak segar, telur dan beberapa suwir ayam. Rempelo atinya di oseng dulu, trus ditambahkan di atas nasi goreng. Lebih enak dibanding yang rempelo ati-nya dicampur langsung dengan nasi goreng. Porsinya juga banyak. Untuk memberi kesan makanan daerah, piringnya dilapisi daun pisang. Katanya sih, rasanya juga lebih enak dibanding tanpa daun pisang(kataku: gak pengaruh).

Minumnya selalu teh jahe. Tapi gak keliatan jahenya. Jadi mungkin jahe bubuk, dicampur dengan tehnya. Kalo di warung lain, jahe asli, dibakar, kemudian dipotong besar-besar, trus dicemplungkan ke tehnya. Gulanya gula batu. Teh jahe ini kalo tidak manis, memang jadi tidak enak. Tunggu gula batunya larut sampai habis. Hanya saja komplain orang-orang, harganya terlalu mahal untuk sebuah nasi goreng/mi godog.

Salah satu hal yang membuatku tidak punya tabungan adalah menganggap setiap makanan enak, itu adalah tidak mahal. Jadilah aku tidak sadar selalu menghabiskan uang di makanan. Lanjut ...

Saturday, June 14, 2008

Ikan Bakar Sekilak, Batam

Divisi kami termasuk divisi yang jarang melakukan rapat. Untuk memperat tali silaturahmi dalam satu divisi, maka diadakan rapat koordinasi di pantai, sekalian berlibur ceritanya. Pengennya sih outbound, tapi berhubung ada satu oknum yang tidak suka melakukan aktivitas fisik (baca: kegemukan), maka outbound dibatalkan :)

Akhirnya ditentukan acaranya adalah bakar-bakar ikan di pantai melayu, sekilak, batu besar. Yang ketiban sampur untuk mempersiapkan ikannya adalah bu ika dan bu yosi. Jam 5 pagi sudah ke pasar untuk berburu ikan. Kemudian di rumah, membersihkan sisik dan isi perutnya. Dikasih peresan jeruk, supaya tidak amis, kemudian dimasukkan ke baskom untuk dibawa ke pantai. Mereka juga menyiapkan bumbu dan sambel. Terimakasih banyak bu.

Dulu pernah juga ke pulau Ngenang, sekitaran pulau batam juga, dan bakar-bakar ikan. Tapi tanpa persiapan. Ikannya beli ke nelayan, masih hidup. Yang ada cuma ikan sirip kuning, kecil-kecil. Bermodal boding (pisau besar), kita membersihkan sisik, mencuci ikannya pake air laut, kemudian langsung dibakar pake daun dan serat kelapa yang mengering. Hasilnya tidak amis dan rasanya enak bgt, rasa ikan.

Jam 10, kita berangkat dari kampus ke pantai melayu, atau sering disebut sekilak. Nyampe sana jam 11. Langsung persiapan buat bakar-bakar. Seperti biasa, karena amatiran, menyalakan arangnya membutuhkan waktu yang sangaaattt lama. Setelah arang membara, ternyata jepitan ikannya masih kotor, belum dicuci. Terpaksa deh, masuk ke laut buat mencuci panggangan tersebut.

Ikan yang disediakan adalah ikan bawal dan ikan selar. Ayam juga ada. Bumbu yang disediakan ada bumbu kuning, khas ikan bakarnya padang. Dan bumbu kecap. Kemudian disediakan juga minyak goreng yang sudah dicampur dengan rempah-rempah. Aku memilih ikan bawal. Kemudian bumbunya adalah minyak goreng saja, kecapnya nanti kalo sudah matang.

Kalo sudah berhubungan dengan bakar-bakar, aku suka yang plain, sederhana, tanpa bumbu macem-macem, karena aku orangnya sederhana dan tidak suka macem-macem (apa hubungannya ... promosi ya?). Sate misalnya, bumbunya kecap aja. Karena kalo ada tambahan bumbu lain, rasa dagingnya akan tenggelam, sayang kan.


Banyak asepnya. Soalnya minyak yang menetes, langsung terbakar, dan menebarkan aroma yang harum. Bikin lapar. Lagian aroma ikan asap lebih enak daripada aroma ikan bakar (mode pembenaran diri: ON). Seperti bandeng asapnya sidoarjo.

Inilah hasil bakaranku. Sebenarnya satu panggangan diisi 4 ikan. Gak tau ikan lainnya siapa yang ngambil. Pengennya sih kuhabiskan sendiri :) Satu porsi ikan dilengkapi dengan lettuce dan irisan tomat. Dipadu dengan sambel kecap. Penampilannya nampak menjanjikan. Dan ternyata rasanya tidak jelek-jelek amat hehe membela diri. Soalnya laper bgt, udah nungguin arang nyala, belum lagi antre bakarnya. Ikan bawal memang sudah enak dari sononya. Diapain pun juga enak. Apalagi suasana pantai dengan angin semilir, wuih gak nahan. Total aku menghabiskan 2 ikan bawal. Yang lain, bisa 3 - 4 ikan, ditambah sepotong ayam.


Setelah kenyang, solat dulu, kemudian bermain kayak. Dapat pasangan sama heru. Kayak terbuat dari fiberglass. Kalo kayak untuk dua orang, sedangkan kano untuk satu orang ?!? (binun). Diberi jatah oleh persewaannya untuk maen selama setengah jam. Ternyata berat sekali mendayung kayak. Teknik pertama yang dipelajari adalah berjalan lurus. Aku dan heru bereksperimen dengan mengayuh dayung di dekat bodi perahu, maupun yang jauh dari bodi perahu. Kalo dengan bodi, cenderung lurus dibanding yang jauh dari bodi. Teknik berikutnya adalah ngerem. Soalnya berhentinya selalu dengan menabrak. Ngerem mudah saja, tahan dayung kuat-kuat di air. Kemudian teknik berbelok. Ini yang susah. Kadang beloknya tidak sesuai keinginan. Tapi kalo kayuhannya di sisi kiri terus, maka perahu akan cenderung bergeser ke kiri. Yak demikian teknik singkat bermain kayak dari orang sok tahu yang baru dua kali maen kayak :)

Capek bermain kayak, kita kemudian nyemplung ke laut. Enak, airnya hangat. Namun kalo kena mata, perih banget. Kalo masuk idung, juga perih. Dasar lautnya berbatu dan berlumut. Sehingga bikin kaki terluka. Usahakan jangan menjejakkan kaki di dasar laut, mengambang aja. Setelah puas, pulang deh.

NB: Sori, edisi kali ini agak narsis, soalnya ada orang lain yang bawa kamera. Biasanya kan jadi kameramen, sehingga tidak pernah difoto. Lanjut ...

Sunday, May 04, 2008

Bandeng Laut, Batam

Malam ini makan ke nagoya hill lagi. Kenapa ya kok ke sini lagi ? Aku udah lupa ada urusan apa. Yang jelas, nyampe nagoya hill, kita parkir di luar sebelah barat. Ini lokasi parkir paling jauh dengan pintu utama mal. Jadi kita lewat jalan kecil untuk masuk ke mal. Ternyata, pintu kecil ini tembus ke ujung food courtnya. Dan warung yang paling ujung, adalah Ria Resto. Ya sudah, diputuskan makan di sini.


Kami tertarik, karena ada foto makanan bandeng laut. Apaan sih bandeng laut itu ? Bukannya bandeng ada di air payau, gak ada yang di laut ?


Sambil menunggu pesanan, kami duduk-duduk dulu. Karena letaknya di ujung, kami bisa melihat keseluruhan food court. Kalau di foto, memang terlihat megah food court di sini. Dengan lampu warna-warni, atap yang tinggi, memberikan pengalaman bersantap yang baru.


Yang pertama kali datang adalah minuman. Aku pesen sekoteng. Dulu kalo pulang dari yogya, selalu bawa sekoteng instan. Sekoteng yang kupesan kali ini, juga mirip banget dengan sekoteng yang sering kubawa dari yogya, ketika aku masih smp/sma. Sekoteng adalah minuman berbahan baku jahe. Ditambah dengan gula, dan aksesoris lain, jadilah minuman sekoteng. Aksesorisnya bisa berupa kacang tanah disangrai, kolang kaling, agar-agar tipis, adonan tepung ketan yang dalamnya ada gula jawa, dll. Aku selalu suka minuman yang berbahan baku jahe.


Kemudian, datanglah bandeng laut. Supaya ada unsur sayurannya (ingat, 4 sehat 5 sempurna), maka andy pesen juga sayur asem. Bandeng lautnya kita pilih yang digoreng dan yang dibakar. Semuanya memiliki kesamaan, dibelah memanjang menjadi dua, mulai dari ekor sampai kepala. Duri di tengah sudah dihilangkan. Dan tidak ada duri sedikitpun di bagian lain. Hmm, mungkin ini kelebihan bandeng laut dibanding dengan bandeng biasa yang memiliki banyak duri.

Saatnya makan. Untuk yang dibakar, kulit bandengnya tidak bisa dimakan, terasa keras. Jadi kita ambil dagingnya saja. Oleskan ke sambal kecap, hap. Rasanya memang seperti bandeng. Jadi bolehlah disebut bandeng. Sambal kecapnya enak, mirip dengan sambal kecap milik bandeng asap sidoarjo. Ok deh, ada tambahan referensi tempat makan lagi bagi yang ingin merasakan bandeng, namun kesulitan dengan durinya. Lanjut ...

Saturday, May 03, 2008

Ayam Goreng Fatmawati, Batam

bSetelah kemaren gagal nonton Ironman, kita coba lagi hari sabtu siang. Dapat tiket jam setengah tiga. Sepi banget, soalnya bukan nomat (nonton hemat). Sabtu Minggu harganya 25 ribu, hari lainnya 15 ribu. Sebelum nonton, makan siang dulu di food court-nya nagoya hill. Kita pilih ayam goreng fatmawati.


Ayam goreng fatmawati konsepnya adalah masakan sunda. Walaupun kemudian ber-evolusi menambahkan beberapa menu dari daerah lain, seperti bandeng presto maupun cumi yang gak ada di sunda. Saya gak tau pusatnya dimana, yang jelas warung fatmawati ini banyak bertebaran di kota-kota besar di indonesia.


Tempat duduknya lumayan modern. Berbentuk lesehan, namun di bawah meja ada kolong. Sehingga bagi yang tidak suka lesehan, dapat tetap duduk. Kombinasi yang menyenangkan kedua belah pihak. Desain ini pertama kali kulihat di resto kediri, batam center, di ruang VIP-nya. Di resto kediri, diberi bantal tipis buat duduk, yang tidak kutemukan di fatmawati ini.

Lauk pauk dipilih sebelum kita duduk. Jadi ketika datang, langsung diarahkan ke tempat lauk pauk setengah matang yang berjajar di etelase kaca. Menu-menunya standar, mulai dari ayam goreng, gepuk, bandeng presto, tempe, tahu, dadar jagung, usus sampai dengan cumi. Kemudian lalapan yang memang khas sunda. Ada lalapan mentah, ada lalapan yang sudah direbus. Terserah kita, mau menjadi kambing atau ngga :D (just kidding)

Tapi aku memang suka sekali dengan penampilan fisik cewek sunda. Mereka cantik, langsing dan kulitnya selalu putih segar; mungkin karena sering makan lalapan, yang notabene sayuran menyehatkan, tidak berlemak.

Supaya bisa kolu (jawa: memakan) sayuran mentah ini, disediakan berbagai macam sambal. Ini juga keunggulan masakan sunda. Kalau konsep barat, 'sambal'-nya untuk lalapan (english: salad) paling cuma mayonaisse atau thousand island, yang sebenarnya kontradiktif, karena saus mereka itu dari lemak juga, tidak jadi sehat. Sedangkan sambal kita, tidak berlemak. Beberapa memang digoreng dulu pake minyak goreng, tapi jumlahnya sedikit. Ada sambal mangga, sambal terasi, sambal oncom, sambal kecap, dll. Semuanya kita ambil sedikit-sedikit.


Yang terbungkus daun pisang ini adalah pepes teri. Terinya bukan sembarang teri, tapi teri medan yang kecil-kecil dan mahal itu. Enak memang. Kemudian ada usus goreng, dadar jagung, cumi bakar dan bandeng presto. Walaupun nama warungnya adalah ayam goreng fatmawati, namun kami tidak ada yang memesan ayam goreng :) Bandeng prestonya juga boleh dicoba, rasanya pas. Kadang-kadang ada bandeng presto yang terlalu asin.

Habis makan, nonton Ironman. Ceritanya tentang pemilik pabrik senjata di amerika, yang berkunjung ke afganistan untuk mendemonstrasikan senjata terbarunya. Namun di afganistan, dia malah tertangkap oleh gerilyawan. Dari sana dia tahu ternyata senjata buatannya dibeli oleh gerilyawan afganistan untuk membunuhi tentara amerika. Dia kemudian membuat baju besi supaya bisa kabur.

Setelah berhasil kabur, ia kemudian memutuskan untuk menutup pabrik senjatanya, beralih ke usaha lain, walaupun tidak disetujui partnernya. Pengusaha ini kemudian mengembangkan baju besinya yang akan dia gunakan untuk kebaikan. Dia kembali lagi ke afganistan, membantu masyarakat di sana. Propaganda juga sih. Seolah-olah gerilyawan afganistan itu menyengsarakan masyarakat sekitarnya. Padahal gerilyawan sebenarnya berusaha mengusir tentara amerika dan sekutu yang melindungi jalur distribusi milik perusahaan pencuri minyak mentah (chevron, halliburton, exxon-mobil, HESS). Walaupun sebenarnya legal, tapi bagiku, perusahaan-perusahaan amerika yang tidak memberikan bagi-hasil memadai untuk negara indonesia, adalah pencuri. (padahal pengen juga kerja di oil company hehe)

Setelah nonton Ironman, pulangnya kita mampir ke masjid raya, mau ngicipin es cendol. Sekalian ashar dulu di sana, kemudian pesen rujak buah dan es cendol. Es cendol itu es dawet. Jadi ada dawetnya, yang terbuat dari tepung hungkwe. Warnanya selalu ijo. Belum pernah lihat es dawet yang warnanya selain ijo. Padahal tepung hungkwe buat bikin dawet, ada warna-warna yang lain loh. Dawetnya sudah bercampur dengan santan dan es, jadi sama mas penjualnya tinggal ditambahin dengan gula jawa cair. Gulanya sendiri juga sudah bercampur dengan nangka, sehingga aromanya makin nikmat. Setelah itu, gelas plastiknya dikasih tutup, kemudian dikocok-kocok, tidak diaduk. Mungkin mas penjualnya terinspirasi dengan film james bond, yang ketika pesan martini, selalu "shake, not stir".

Dan memang hasilnya enak. Bisa memuaskan rasa dahaga dan rasa lapar. Silahkan dicoba, es cendol ayu, didepan masjid raya. Lanjut ...

Friday, May 02, 2008

Ice Fountain, Batam

Pas rapat persiapan wisuda, kok tiba-tiba bu metta, bu nanik pada ngajakin nonton Iron Man. Film-nya memang masih fresh, baru kemarin muncul di studio 21. Jadilah pas rapat, kasak kusuk diskusi mo nonton jam berapa. Sumantri yang kebetulan mencuri dengar, langsung tanya,

"Iron Man itu apa ?"
"Robot juara KRCI 2002", jawabku asal.
"Tukang setrika", timpal andy.
"Mosok seh ?", sumantri antara setengah percaya dan gak percaya. Dia selalu tidak yakin menentukan apakah lawan bicaranya serius atau main-main.

Bu metta sama bu nanik terkikik-kikik geli di meja rapat.

Sayangnya, anung terlalu lama memimpin rapatnya, karena terlalu demokratis. Memberikan kesempatan pada semua orang untuk menyampaikan pendapatnya, walaupun pendapat yang sama diutarakan dengan bahasa yang berbeda. Jadilah rapat kelar pukul 6 sore. Terburu-buru, kami balik ke apartemen menaruh tas, anung parfum-an dulu, trus berangkat ke nagoya hill.

Nyampe di nagoya hill, langsung cek ke studio 21. Antriannya panjanggg ... Ternyata di batam bisa juga antri nonton bioskop, kirain hanya terjadi di BIP atau BSM. Cek dolo ke kasirnya, walah untuk jam 19:15 sudah habis. Jam 21:00 tinggal baris terdepan saja. Semua pada nyalahin anung, karena rapat terlalu lama dan parfum-an. Berarti besok aja nontonnya.

Keluar dari bioskop, ada warung ice cream. Rekomendasi heru sih katanya enak. Kita sebelumnya juga sering lewat situ, tapi berhubung cowok-cowok doank, rasanya kok garing ya makan ice cream di sana. Kebetulan sekarang bareng ibu-ibu, jadinya langsung mampir ke sana. Nama warungnya adalah Ice Fountain, cabang medan katanya. Kami maghrib dulu, tinggal pak daniel sama bu metta pacaran berdua di Ice Fountain :)

Abis sholat, balik ke Ice Fountain, langsung disodori menu. Menunya ada nomornya, jadi tidak mungkin terjadi kesalahan pesan karena salah pronounciation-nya (halah ... mengejanya aja udah susah). Secara menunya dalam bahasa inggris. Kalau tidak yakin bisa spell pesanan dengan benar, cukup sebutin nomornya saja.

Pesananku adalah Black Forest Ice Cream, seperti gambar di atas. Wuih, penampilannya benar-benar menjanjikan. Ceri merah yang menggemaskan, langsung ku-emplok. Asam, enak. Kusendok ice creamnya, hmmm ...., lembut di mulut, langsung lumer memenuhi lidah, dengan rasa coklat dan rasa manis. Selain ice cream coklat, juga terdapat coklat kental, trus ada rasa rum. Mirip seperti black forest memang, yang menggunakan rum.

Sendok demi sendok, kunikmati ice creamnya. Kukulum-kulum dulu biar rasa enaknya terasa lebih lama. Loh, kok habis ? Padahal keliatannya gelasnya besar loh. Kutengok dari atas, ternyata kaca gelasnya tebal. Trik penjual memang tidak ada habis-habisnya untuk meraih profit maksimum. Abis makan ice cream, mulut selalu lengket, untungnya warung ini cukup profesional dengan menyediakan air putih. Walaupun harus diminta dulu.

Kalau menunya anung ini, gak tau apa namanya. Ada vanilla, ada coklat yang dikasih coklat kental juga, dan yang spesial ada brownies coklatnya juga. Keliatannya enak. Kapan-kapan deh coba menu tersebut. Lanjut ...

Thursday, May 01, 2008

Soto Ayam Cak Sam, Batam

Hari ini benar2 melelahkan. Setelah begadang (tidur jam setengah lima pagi) menyaksikan kekalahan liverpool lawan chelsea di semifinal champions, jam 8 pagi sudah digedor-gedor diajakin maen futsal di Family Arena, Batam Center. Wuah, mata rasanya berat banget. Mandi dulu, biar keliatan keren dan gak bau kalo keringetan. Jangan ketawa ... liat aja pemain bola di TV-TV. Pada waktu memasuki lapangan, semuanya keren-keren, nampak segar abis mandi, rambut disisir rapi hehehe. Mereka adalah pemain profesional, orang yang ahli di bidangnya.

Kita kalau mau melakukan sesuatu, harus mengamati orang lain yang memang profesional di bidang tersebut. Kalau mau menyetir mobil, tiru gaya Colin McRae memegang setir, memegang kopling. Itu pasti teknik paling benar yang ada saat ini. Kalau mau membuat program komputer, lihat dulu gaya program2 open source yang populer. Maen golf, maen tenis, amati di TV seperti apa gerakan yang benar. Baca Quran, dengarkan dulu mp3 orang2 mesir/arab mengaji. Kalau kita melakukan segala sesuatu dengan benar, maka hasilnya akan maksimal, sesuai kemampuan kita.

Primbon pun sebenarnya merupakan hasil pemikiran orang2 jaman dulu, yang ilmunya tinggi, profesional di bidang klenik. Mereka menulis primbon berdasarkan probabilitas seringnya kemunculan suatu kejadian. Jadi itu merupakan hasil pengamatan terhadap kejadian alam (hukum alam). Hanya saja, aku masih belum terlalu percaya sih, karena makna-makna di primbon masih implisit dan ambigu, tidak pasti. Tidak dibuat jelas oleh penulisnya.

Nyampe lapangan futsal, ternyata pertandingan sudah berjalan. Langsung pemanasan dulu kita, biar gak sakit ototnya setelah maen futsal. Beberapa menit kemudian, langsung mengamati siapa yang kira-kira sudah kelelahan. Keliatannya pak daniel sudah capek, karena posisinya menjadi kiper. Biasanya kan orang2 menjadi kiper kalo sudah tidak kuat lari2. Setelah masuk lapangan, kupanggil fuliza lubis,

"Bis, kamu kiper".

Hehehe, yak, aku langsung menempati posisi striker. Posisi paling enak, bisa nendang sekeras-kerasnya. Dua gol awalku dianulir, pertama karena belum pake kostum tim. Baru 5 detik di depan, mau pake kostum, udah dapat bola. Ya langsung ku-gol-in donk. kedua karena bola sudah dipegang kiper. Padahal kiper yang kurang tangkas memegang bola, sehingga lepas, dan dapat kuserobot. Tapi tidak lama, gol-gol mulai berdatangan juga. Lumayan, pertandingan kali ini kembali hattrick walaupun maen hanya 20 menit. Kasihan yang lain, gak kebagian maen ntar. (halaah ... alasan, secara masih ngantuk gara2 begadang).

Habis futsal, cooling down dulu, sambil tongkrong-tongkrong minum pocari sweat. Trus cari sarapan, bubur ayam di BCM (batam centre mal) keliatannya pas, tidak terlalu berat. Nyampe sana, sudah habis. Terpaksa kembali lagi ke selera asal, mie yamin di mitra raya, batam center juga. Mie yamin yang sekarang, penjualnya ganti. Rasanya sudah tidak terlalu enak, makanya tidak kurekomendasikan di blog ini.

Pulang, tidur-tidur sebentar (benar-benar gaya hidup tidak sehat, habis olahraga kok tidur), trus siangnya keluar lagi, cari makan siang. Mau ke gramedia sekalian, cari komik terbaru. Nah, makannya di Soto Ayam Cak Sam, DC Mall.


Soto ayam ini gaya surabaya, dengan kuah bening (vs santan), dan ada tambahan koya (kelapa yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi seperti vetsin). Isinya ada kubis, cambah, bihun, prei, dan cuilan ayam. Enak memang, terasa segar, dan leker. Kuah soto/rawon/opor/sop buntut bisa leker karena diangetin trus selama berhari-hari. Jadi curiga, pasti ini kuah soto hari-hari sebelumnya.

Kalo makan soto surabaya, paling suka tambah dadar. Kegemaranku sejak kuliah dulu. Makan soto kan paling murah, tapi kok rasanya tidak bergizi, ayamnya cuma secuil. Ya udah, tambah dadar. Ternyata enak juga. Dadar yang lembut, dimakan bersama nasi dan kuah soto, benar-benar memberikan sensasi yang berbeda. Lanjut ...